gaya bahasa

GAYA BAHASA (MAJAS)
1. ALEGORI
Adalah cerita yang dikisahkan dalam lambang-lambang; merupakan metafora yang diperluas dan berkesinambungan; dalam alegori unsur-unsur utama menyajikan sesuatu yang terselubung; mengandung sifat-sifat moral atau spiritual manusia. (lihat juga: fabel dan parabel)
2. ALITERASI
Adalah semacam gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan konsonan yang sama pada awal kata.
Dara damba daku
Datang dari danau
Duga dua duka
Diam di diriku
3. ANAFORA
Adalah semacam gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan kata pertama pada setiap baris atau setiap kalimat.
Lupakah engkau bahwa merekalah yang membesarkan dan mengasuhmu? Lupakah engkau bahwa keluarga itulah yang menyekolahkanmu sampai ke perguruan tinggi? Lupakah engkau bahwa mereka pula yang mengawinkanmu dengan istrimu? Lupakah engkau akan segala budi baik mereka itu kepadamu?
4. ANTIKLIMAKS
Adalah gaya bahasa yang merupakan suatu acuan yang berisi gagasan-gagasan yang diurutkan dari yang terpenting berturut-turut ke gagasan yang kurang penting (kebalikan dari gaya bahasa klimaks)
Pembangunan besar-besaran dilaksanakan di kota kota, di desa-desa, dan di dusun-dusun terpenci.
5. ANTITESIS
Adalah gaya bahasa yang mengadalan perbandingan atau komparasi antara dua antonim (kata-kata yang mengandung ciri-ciri semantik yang bertentangan)
Dia bergembira-ria atas kegagalanku dalam ujian itu.
Kecantikannyalah justru yang mencelakannya.
6. ASONANSI
Adalah gaya bahasa repetisi yang berwujud perulangan bunyi vokal yang sama.
Muka muda mudah muram
Tiada siaga tiada biasa
Jaga raga tahan harga.
7. EPISTROFA
Adalah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan kata atau frase pada akhir baris atau kalimat berurutan.
Kemarin adalah hari ini.
Besok adalah hari ini.
Hidup adalah hari ini.
Segala sesuatu buat hari ini.
8. EUFIMISME
Adalah gaya bahasa yang berupa ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasakan kasar, yang dianggap merugikan, atau yang tidak menyenangkan.
Ibunya telah berpulang ke rahmatullah minggu yang lalu. (= meninggal; mati)
9. FABEL
Adalah sejenis alegori yang di dalamnya binatang-binatang berbicara dan bertingkah laku seperti manusia.
Kancil dengan buaya
Kancil dengan kura-kura
Kancil dengan ular
10. HIPERBOLA
Adalah gaya bahasa yang berupa ungkapan melebih-lebihkan apa yang sebenarya dimaksudkan: jumlahnya, ukurannya, atau sifatnya.
Kurus kering tiada daya kekurangan pangan; sebagai pengganti kelaparan.
Tabungannya berjuta-juta, emasnya berkilo-kilo, rumahnya berpuluh-puluh, sawahnya berhektar-hektar; sebagai pengganti dia orang kaya.
11. IRONI
Adalah gaya bahasa menyatakan makna yang bertentangan dengan maksud berolok-olok.
Aduh bersih benar kelas ini, sobekan kertas dan bungkus makanan bertebaran di lantai.
Saya percaya benar kepadamu, tak pernah kau tepati janjimu.
12. KIASMUS
Adalah gaya bahasa yang berisi perulangan sekaligus pula merupakan inversi hubungan antara dua kata dalam satu kalimat.
Mengapa kamu menyalahkan yang benar, tetapi membenarkan yang salah?
Yang kaya merasa miskin, tetapi yang miskin merasa kaya, aneh bukan?
13. KLIMAKS
Adalah gaya bahasa yang berupa susunan ungkapan yang makin lama makin mengandung penekanan.
Setiap guru berdiri di muka kelas haruslah mengetahui, memahami, menguasai, serta menghayati bahan pelajaran yang diajarkannya.
14. KOREKSIO
Adalah gaya bahasa yang berwujud mula-mula ingin menegaskan sesuatu, tetapi kemudian memeriksa dan memperbaiki mana-mana yang salah.
Neng Eva disunting oleh orang Madura, eh bukan, orang Menado.
15. LITOTES
Adalah gaya bahasa yang berupa pernyataan mengenai sesuatu dengan cara menyangkal atau mengingkari kebalikannya.
Ellyas Pikal bukanlah petinju yang bisa dianggap enteng.
H.B. Jasin bukanlah kritikus murahan.
16. METAFORA
Adalah gaya bahasa perbandingan yang implisit – tanpa kata seperti atau sebagai—di antara dua hal yang berbeda.
Dia jinak-jinak merpati.
Pendidikan sokoguru pembangunan.
17. METONIMIA
Adalah gaya bahasa yang memakai nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan nama orang, barang, atau hal sebagai penggantinya.
Para siswa senang sekali membaca S. T. Alisyahbana.
Berapa sih harga Lancer sekarang ini?
18. OKSIMORON
Adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan dengan mempergunakan kata-kata yang berlawanan dalam frase yang sama.
Olah raga mendaki gunung memang menarik hati walaupun sangat berbahaya.
Untuk mencinta ada kalanya kita harus membenci.
19. PARADOKS
Adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan yang nyata dengan fakta-fakta yang ada.
Aku kesepian ditengah-tengan keramaian.
Teman karib ada kalanya merupakan musuh sejati.
20. PERSONIFIKASI
Adalah gaya bahasa yang melekatkan sifat-sifat insani kepada barang yang tidak bernyawa dan ide yang abstrak. Gaya bahasa ini disebut juga PENGINSANAN.
Aku duduk di taman ditemani kursi yang membisu.
21. PERUMPAMAAN
Adalah gaya bahasa yang berupa perbandingan dua hal yang pada hakekatnya berlainan dan yang sengaja kita anggap sama.
Seperti air dengan minyak.
Ibarat mengejar bayangan.
Bak cacing kepanasan.
22. PLEONASME
Adalah gaya bahasa yang berupa pemakaian kata yang mubazir atau berlebih-lebihan, yang sebenarya tidak perlu.
Saya telah mencatat kejadian itu dengan tangan saya sendiri.
Dia menyaksikan pembunuhan itu dengan mata kepalanya sendiri.
23. SARKASME
Adalah gaya bahasa yang mengandung olok-olok atau sindiran pedas yang menyakiti hati.
Mulutmu harimaumu.
Meminang anak gadis orang memang mudah dan menyenangkan, tetapi memeliharanya setengah mati!
24. SINEKDOKE
A. SINEKDOKE PARS PROTOTO
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan nama bagian pengganti nama keseluruhan.
Paman saya mempunyai dua atap di Jakarta.
B. SINEKDOKE TOTEM PROPARTE
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan nama keseluruhan. pengganti nama bagian.
Tadi malam berlangsung pertandingan antara Inggris dan Italia.
25. SINISME
Adalah gaya bahasa yang berupa sindiran yang berbentuk kesangsian yang mengandung ejekan terhadap keikhlasan dan ketulusan hati. Sinisme adalah ironi yang lebih kasar sifatnya.
Memang Andalah tokohnya yang sanggup menghancurkan desa ini dalam sekejap mata.
26. TAUTOLOGI
Adalah gaya bahasa yang berupa penggunaan kata yang berlebihan yang pada dasarnya merupakan perulangan dari kata yang lain.
Kami tiba di rumah jam 04.00 subuh.
Orang yang meninggal itu menutup mata buat selama-lamanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: